Apotek Kimia Farma Pastikan Operasional 24 jam dan Di Support Genset Standby

Apotek Kimia Farma Pastikan Operasional 24 jam dan Di Support Genset Standby

PT Kimia Farma Apotek resmi berdiri sebagai anak perusahaan dari PT Kimia Farma (Persero) Tbk. pada tanggal 4 Januari 2003. Salah satu outlet tertuanya adalah Apotek Kimia Farma yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda No. 30, Paledang, Bogor. Apotek yang telah berumur lebih dari 50 tahun ini dilengkapi dengan layanan klinik dan optik yang dapat diakses oleh peserta BPJS Kesehatan maupun asuransi lainnya. Berdasarkan data per Januari 2018, Kimia Farma mengklaim penjualan tumbuh hingga 10-15% dari tahun ke tahun. Permintaan terbesar pada awal tahun ini berasal dari segmen reguler. Pada periode Januari biasanya lebih rendah dibandingkan dengan bulanbulan berikutnya. Pasalnya, pesanan dari pemerintah baru akan masuk setelah kuartal I dan mencapai puncaknya pada kuartal IV. Imam Fathorrahman, MM, Apt, CEO PT Kimia Farma Apotek mengatakan, sepanjang 2017 bisnis farmasi masih menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan perusahaan dengan persentase 85%. “Potensi bisnis healthcare masih sangat terbuka, terutama di retail farmasi dan klinik yang akan tumbuh di atas 10% di tahun 2018,” papar Imam.

Kimia Farma telah memiliki lebih dari 1000 apotek dan 500 klinik yang tersebar di 200 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.  Kima Farma memastikan layanannya tidak akan terganggu meskipun terjadi pemadaman listrik. Karena masing masing outlet di bekali dengan genset perkins. Harga genset perkins pun bervariasi tergantung kapasitas dayanya. Namun untuk kebutuhan apotek genset perkins yang dibutuhkan berkapasitas 10 kva.Dengan jaringan yang kuat dan didukung tenaga profesi kesehatan, Apotek Kimia Farma dapat mencapai omzet rata-rata di atas Rp 300 juta per bulan pada tahun pertamanya, sedangkan klinik mencapai rata-rata Rp 70 juta per bulan. Sejak 2015, Kimia Farma mengubah sistem waralaba menjadi kerja sama operasional atau biasa disebut dengan KSO, di mana pengelolaan apotek maupun klinik secara penuh dilakukan oleh perseroan. Hal ini untuk menjaga konsistensi layanan, baik secara inventory maupun tenaga kesehatan yang akan berdampak pada delivery layanan yang berkualitas. Saat ini Kimia Farma telah bekerja sama dengan 243 mitra. Calon mitra menyediakan bangunan yang berlokasi strategis dan memiliki IMB usaha. Kemudian kontrak kerja sama dilakukan setelah lokasi dan bangunan tersebut lulus feasibility study. Dengan sistem kemitraan yang baru, tidak ada royalti fee yang dibebankan, dan mitra mendapatkan sharing fee KSO sebesar 3% untuk apotek dan 5% untuk klinik. Untuk BEP Kimia Farma mencapai 3 tahun.

 

Kimia Farma Apotek menyediakan layanan yang berkualitas dengan standar good pharmaceutical practice (GPP) approach dan menyediakan obatobatan ethical, over-the-counter, food supplement, dan alat kesehatan. Sentuhan profesional tenaga kesehatan diperlukan agar produk yang digunakan konsumen dapat menghasilkan output efek terapi yang maksimal. “Outlet kami dikelola langsung oleh Apoteker sebagai Pharmacy Manager dan Dokter sebagai klinik Manager untuk menjamin kualitas layanan dan produk yang bermutu,” kata Imam Beberapa Inovasi pun, kata Imam, dilakukan Kimia Farma. Salah satunya adalah menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang modern dan dapat diakses oleh seluruh pelanggan BPJS yang terdaftar di FKTP Klinik Kimia Farma.


Leave a Reply